Kawanku, Sudahkah Kau Penuhi Adab’nya’?

ukdm/ August 11, 2016/ Artikel Islam, Baca, Dakwah

Terlintaskah dalam pikiran, adab apa yang dimaksud? Terkadang ini menjadi hal yang sulit dilakukan, namun sangat mudah untuk mengabaikannya. Adalah hal tersebut yakni izin. Mendengar kata tersebut mungkin tak asing dan tak aneh bagi semua orang. Mengapa tidak, semua orang pasti pernah melakukan izin meski hanya dalam bentuk kecil.

Sudah kita ketahui bersama bahwa Islam adalah agama yang syumul, agama yang menyeluruh. Sampai setiap halnya, sekecil apapun, ada aturan mainnya, Allah telah mengaturnya. Perlu kita ketahui bersama, bahwasannya setiap hal yang kita lakukan terdapat adab tersendiri. Makan, minum, tidur, berganti pakaian, bertamu, sampai izin pun ada adab yang selayaknya semua orang memenuhinya.

Kenapa bahkan izin yang itu adalah hal yang kecil saja, ada adabnya? Karena ada dampaknya ketika tanpa adab. Bisa jadi hal yang kecil tersebut berdampak besar, tidak ada yang tahu. Lebih jauh dari itu adab izin telah Allah jelaskan dalam firman-Nya yang agung, Alquran. Dalam Alquran terdapat banyak keterangan terkait dengan adab izin, baik itu izin masuk rumah orang lain bahkan sampai terdapat ayat juga yang menerangkan adab izin masuk ruangan (selain ruangan sendiri) dalam satu rumah. Bayangkan, padahal satu rumah, hanya beda ruangan saja. Tetapi tetap saja harus izin. Sudahkah kita setaat itu?

Mungkin kalau sekadar kata orang, kita masih bisa untuk tidak memedulikan hal ini. Tapi sekali lagi, hal ini termaktub dalam Alquran. Kita lihat dalam Q.S. An-Nuur (24) ayat 27 dan 28,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat”.

Dalam ayat lain dijelaskan,

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang isya…” (Q.S. An-Nuur (24): 58).

Terdapat tiga waktu yang kita tidak boleh masuk ke dalam ruangan selain rungan kita sendiri seperti yang dijelaskan dalam yat di atas. Kadang kita menghiraukan waktu-waktu tersebut, bahkan izin pun tidak.

Lebih jelas lagi dalam ayat selanjutnya dijelaskan, “Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. An-Nuur (24): 59). Luar biasa! Bagaimana tidak kita menghiraukan hal yang sudah jelas dalam Alquran?

Kawanku, kadang dalam hal kecil kita menyepelekan masalah izin. Pernah tidak mengalami, misal karena kita menganggap bahwa A adalah teman satu indekos, atau sahabat dekat dan lain sebagainya, kita masuk ke kamar atau rumahnya tanpa basa-basi lagi. Sekadar ketuk pintu, bahkan salam pun tidak. Padahal kita tidak pernah tahu apakah si A tersebut rida atau tidak dengan kedatangan kita. Atau kita meminjam barang dengan seenaknya saja kita pakai, padahal ternyata akan digunakan oleh si pemilik. Masih banyak contoh lain yang mungkin bisa jadi kita menganggap sepele.

Izin seseorang itu akan menjadi batasan di mana seseorang tersebut rida dengan apa yang ia izinkan. Bayangkan ketika kita melakukan suatu hal, menggunakan, meminjam dan meminta tanpa izin padahal sang pemilik tidak ridho, bagaimana jadinya? Wallahu a’lam.

Penulis : Siti Karlina (Ketua Bidang Muslimah UKDM 2016)

Editor : S. Fauziah

About ukdm

Website resmi Lembaga Dakwah Kampus | Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa | Universitas Pendidikan Indonesia | #KarenaIslamMilikKitaSemua

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*