Surat dari Sahabat

ukdm/ February 6, 2017/ Baca

Bismillahirrahmanirrahim…

Suatu masa saya-pun bertanya mengapa ia membantu pelaksanaan agenda dakwah padahal bukan wajihah atau amanahnya. Ia membantu konsep acara, publikasi, fundrising, hingga membantu secara moril. Saya sebenarnya penasaran dengan sikap teman saya itu. Akhirnya saya memintanya menuliskan apa yang ia rasakan, pikirkan, dan kerjakan. Alhasil terbalaskanlah melalui surat ini. Saya rasa tulisannya menginspirasi sehingga saya meminta izinnya untuk mem-posting tulisan ini di website. Dalam tulisan ini ada bagian-bagian yang direvisi, ditambahkan, dan dikurangi sehingga tulisan ini diperuntukkan untuk khalayak. Semoga menjadi penguat kita di jalan dakwah. Amin. Selamat menikmati katanya-katanya yang ringan dan berkesan :

“Lillah, Uhibbukum Fillah”

Tabarakallah, Allah azza wa jalla sebaik-baik Pencipta yang menciptakan dengan sempurna. Semua kesyukuran terpanjatkan kepada Allah SWT yang menciptakan saya dengan sebaik-baik bentuk; menciptakan orang tua yang hebat, penyayang, senang menolong orang, pekerja keras, penyabar, murah senyum, perhatian, dan kaya akan kebaikannya; Allah azza wa jalla menciptakan para murabbi, guru-guru terbaik yang banyak memberikan pelajaran dan teladan dengan lisan, tulisan, dan perbuatan; Allah azza wa jalla menciptakan teman-teman di masa lalu yang banyak memberikan pengalaman, pelajaran, dan cerita penuh hikmah; Allah azza wa jalla menciptakan teman-teman di masa sekarang, yang banyak menasehati, memberikan ilmu, memberikan motivasi untuk terus memperbaiki diri, menambah kapasitas diri, berlomba-lomba dalam kebaikan, saling menyayangi karena Allah SWT, dan saling menguatkan dalam perjalanan dakwah; Dialah Allah azza wa jalla yang menciptakan segala hal yang ada di alam semesta ini dengan indah dan begitu sempurna.

Kamu tahu? Diri saya hari ini, semata karena karunia dari Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Allah sangat baik memberikan semua yang terbaik untuk hamba-Nya yang terlalu banyak dosa, tidak taat, dan sedikit ilmu ini. Saya yang sekarang ini adalah hasil dari skenario terindah Allah sehingga bisa bertemu dan belajar dengan orang-orang yang luar biasa. Sepanjang perjalanan usia saya inilah saya belajar.

Kamu tahu? Saya masih sangat banyak kekurangan, masih kurang ilmunya, masih kurang pengalamannya, masih banyak lalainya, masih banyak malasnya, masih banyak tidak amanahnya, masih sering tidak peduli kepada lingkungan sekitar, dan masih banyak lagi kekurangan yang saya miliki. Sebenarnya ya saya masih seperti ini, banyak yang orang lain tidak ketahui dari diri saya. Allah yang terlalu baik sehingga masih menutupi aib-aib saya.

Kamu tahu? Beberapa orang bertanya kepada saya kenapa saya kok ikut riweuh kalau ada agenda orang lain, ikut persiapan, ikut publikasi, berkorban banyak hal, mengerjakan pekerjaan orang lain padahal saya juga banyak pekerjaan, dsb. Sebenarnya saya sering merasa bingung sendiri kok teman-teman bertanya seperti itu kepada saya.

Kamu tahu? Saya sesekali mencoba menahan rasa semangat saya untuk bekerja, untuk membantu orang, merespon orang, mempedulikan amanah orang lain, dsb karena banyak kekhawatiran dalam diri saya. Saya khawatir orang-orang malah kesal kepada saya, saya khawatir mereka bosan dengan kehadiran saya di dunia nyata dan di dunia maya, saya khawatir mereka tertekan atau merasa risih ketika saya bertanya atau ingin membantu mereka, saya khawatir orang-orang terganggu dengan pekerjaan saya, dan masih banyak lagi kekhawatiran yang justru saya rasakan.

Sampai saya berfikir, apakah sikap saya ini salah ya? Saya bingung, apakah menyebarkan informasi dakwah itu harus saat saya mendapatkan amanah tertentu saja? Apakah saya tidak boleh membantu memberikan masukan atau yang lainnya? Saya rasa boleh saja melakukan hal itu tetapi kekhawatiran itu terkadang muncul kembali.

Kamu tahu? Justru ibu dan bapak saya yang menjawab kekhawatiran-kekhawatiran itu. Entah kenapa Allah memberikan jalan melalui nasehat ibu dan bapak sehingga membuat saya tenang dan tidak memikirkan kekhawatiran yang dapat menghambat amal-amal saya. Kata ibu, “Teteh ga usah mikirin hal kaya gitu, yang harus teteh lakukan adalah lakukan dan berikan yang terbaik, pada apapun dan pada siapapun. Allah yang lihat dan menilai pekerjaan kita. Apapun pekerjaannya, siapapun pemimpinnya, siapapun rekan kerjanya, berikan pekerjaan teteh yang terbaik, kasih respon yang terbaik karena semuanya sama-sama teman teteh.” Bapak dan ibu banyak memberikan contoh untuk saya. Mereka senang menolong tetangga, ramah, mudah merangkul orang, pekerja keras, rela berkorban, dan lain-lain. Saya banyak mengamati dan belajar dari lingkungan saya.

Kamu tahu? Teman-teman dan lingkungan saya sekarang ini menjadi salah satu yang mempengaruhi saya. Saya sangat bahagia bisa berada di jalan dakwah, berjama’ah bersama teman-teman, bersama orang-orang shaleh, bersama kakak-kakak yang perhatian dan sayang kepada adiknya, bersama teman-teman yang saling membantu dan mengingatkan, bersama adik-adik yang banyak menghibur, mendo’akan, menyemangati, dan dekat. Teman-teman semua yang membuat diri saya merasa ada. Semakin mengenal dakwah, semakin mengenal UKDM, semakin mengenal kalian semua, maka saya semakin sayang dan cinta. Saya semakin sayang dan cinta kepada Sang Pemilik semuanya. Perasaan sayang dan cinta itu yang membuat saya ingin melakukan dan memberikan yang terbaik. Saya tidak mau membuat semuanya kecewa, saya tidak mau membuat teman-teman semua melakukan pekerjaan sendiri, saya ingin bantu teman-teman, bantu adik-adik sebisa saya baik dengan kerja, masukan, ucapan semangat dan pujian, atau hanya dengan doa.

Besarnya rasa sayang dan cinta kepada suatu hal akan terlihat dari seberapa besar semangat untuk menolong dan membantu. In Syaa Allah semoga sayang dan cinta ini karena Allah, sayang dan cinta ini kepada dakwah dan saudara seiman dan bukan kepada selainnya. In Syaa Allah semoga amal saya menjadi bukti kesyukuran kepada Allah yang telah memberikan orang tua, saudara, kakak, teman, adik, dan memperkenalkan saya kepada jalan dakwah yang indah dan penuh kenikmatan ini. Kerja-kerja kita adalah bukti kesyukuran kita kepada Allah. Saya tidak ingin melewatkan amal sekecil apapun yang dapat mendekatkan saya kepada Sang Pencipta dan mendekatkan diri kepada orang shaleh dan shalehah. Uhibbukum Ikhwahfillah In Syaa Allah.

Permohonan maaf saya untuk teman-teman semua apabila banyak perkataan, perilaku, pekerjaan atau apapun itu yang mengganggu, menyinggung, atau membuat ketidakkenyamanan pada teman-teman. Semoga Allah melembutkan hati-hati kita. Semoga Allah memberikan kita kekuatan, kegigihan, dan semangat untuk terus melakukan yang terbaik untuk Allah, untuk dakwah, untuk semua yang kita sayangi dan cintai. Semoga Allah senantiasa memberikan dan menjaga hidayah-Nya ini. Semoga Allah memberikan kita kepekaan untuk mengambil ibrah dalam setiap kejadian yang kita atau saudara-saudara kita alami. Semoga Allah memberikan kita akhlak pemimpin yang menyeru pada iman, senantiasa memiliki semangat untuk menebar manfaat dan bersemangat dalam hal-hal yang bermanfaat. Semoga Allah menyayangi dan memuliakan teman-teman semua.

Saya mohon kepada teman-teman dan semuanya, tetaplah di sini bersama saya. Bimbing saya, temani saya untuk “mendaki”, temani saya untuk “berlari”, temani saya untuk menyusuri perjalanan di jalan yang berkelok, terjal, tetapi indah, penuh nikmat, dan hikmah ini. Tetaplah di sini, bersama, bekerja dengan hati, dan saling menasehati. Mohon ingatkan dan semangati saya ketika saya salah, lalai, tidak amanah, dan mulai terlihat lelah.
Afwan jiddan. Wallahu’alam bisshawab.

Penulis: Galih Kurniawan (PT28)

Editor: Ahmad Fauzan Aqil

About ukdm

Website resmi Lembaga Dakwah Kampus | Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa | Universitas Pendidikan Indonesia | #KarenaIslamMilikKitaSemua

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*