Optimalisasi Media Konten Dakwah Melalui Gerakan Massa Anggota

ukdm/ April 19, 2017/ Baca, Dakwah

 

Saya seringkali cemburu pada semangat dakwah orang lain. Salah satu semangat itu saya lihat dari dakwah via media sosialnya. Salah satu indikator semangat bermedia adalah me-“like” dan menyebarkan publikasi dan kampanye dakwah organisasinya. Saya melihat di beberapa organisasi, puluhan hingga ratusan orang menyukai dan menyebarkan publikasi dan kampanye dakwah organisasinya pada orang lain. Dari pengamatan tersebut saya memiliki gagasan agar setiap anggota Lembaga Dakwah Kampus (LDK) me-“like” dan menyebarkan media konten dakwah.

Jika ada orang yg berkata, buat apa me-“like” dan menyebarkan media konten dakwah? Toh sudah ada penanggungjawabnya.¬† Gimana kalo nanti berkurang keikhlasannya? Gimana kalo nanti dianggap sok pamer? Gimana kalo nanti dianggap sok alim? Gimana kalo nanti memenuhi beranda sendiri dan orang lain?

Saya ingin menjawab bahwa ini bukan tentang lomba-lomba banyak yg “like” di media sosial. Ini juga bukan tentang sok-sok alim menyebarkan media konten dakwah. Ini juga bukan tentang berdakwah via media hanya milik salah satu bidang atau orang saja.

Ini tentang bagaimana satu organisasi menjadi solid dengan gerakan yang sama. Ini tentang optimalisasi dakwah dimanapun para da’i berada. Ini tentang perkenalan orang-orang dengan dakwah Islam yg bersahaja. Ini tentang bagaimana pertanggungjawaban anggota sebagai kader dakwah untuk berdakwah melalui media apa saja.

Apresiasi-Kontribusi

Kerja anggota LDK dapat lebih bergairah bila banyak orang mendukung dan membersamainya  Maksudnya anggota yang tidak mempunyai kewajiban khusus di suatu bidang dapat menjadi salah satu sumber semangat bagi anggota lain dalam berdakwah. Dukungan, pujian, atau kontribusi sekecil apapun yang anggota lain berikan merupakan hal besar yang bisa menambah semangat untuk terus berkarya dan menambah kualitas dakwah.

Kontribusi sekecil apapun tanpa disadari akan memiliki dampak yang luas dan besar bagi dakwah. Jadi, jangan sampai para anggota meremehkan suatu kebaikan apapun. Hal yang dianggap baik, sebentuk apapun itu, sebesar apapun itu, dan bisa kita lakukan kenapa tidak dilakukan?

Bayangkan

Bayangkan bila semua anggota LDK me-“like” dan menyebarkan media konten dakwah. Kiranya media dakwah akan tersebar jauh kepada orang-orang yang belum mengenal Islam. Kiranya dakwah akan menjadi populer dan menarik orang untuk mengenal Islam. Siapa tahu hidayah Allah datang beserta media konten dakwah yg anggota sebarkan. Urusan niat, memang harus dijaga setiap saat.

Manajemen Publikasi : Aliran waktu

Penyebaran publikasi tanpa manajemen akan menimbulkan kekacauan atau kesemrawutan di media. Perlu manajemen dalam memposting media konten dakwah, salah satunya adalah manajemen waktu. Dalam tulisan ini saya menekankan agar anggota lembaga dakwah kampus mau menyebarkan media dakwah yg telah dibuat organisasinya. Lebih bagus jika ia produktif membuat produk media konten dakwah sendiri untuk disebarkan.

Waktu anggota dalam mempublikasikan sesuatu akan berpengaruh sedikitnya terhadap efek dari penyebaran info dan publikasi yang kita lakukan. Oleh karena itu pilihlah waktu menjarkom yang tepat. Misalnya di waktu kebanyakan orang tidak sibuk dengan aktivitas, di waktu-waktu senggang, atau di waktu ketika orang-orang bisa memegang gadgetnya lebih lama untuk membaca jarkoman. Jangan pula terlalu terburu-buru dalam menjarkom.

Manajemen Peran

Di samping itu ada juga manajemen peran dalam mendakwahkan media konten dakwah ini. Perlu ada bidang atau orang yang menjadi core of publication dalam menyebarkan dakwah konten media ini. Contoh kongkretnya adalah persoalan “menjarkom” atau broadcast. Seringkali pesan jarkom ini dikirim banyak orang sehingga kita menerima lebih dari cukup untuk mengetahui agenda tersebut. Lebih membosankan lagi bila pesan jarkom tsb berkonten sama atau tidak ada variasi pesan sehingga hanya menjadi spam di media publik.

Akan tetapi hal tersebut jangan pula membuat anggota lain yang bukan menjadi core of publication tidak berniat dan malas untuk menyebarkan info atau publikasi tsb. anggota bisa menyebarkan info atau publikasi tsb d grup yang tidak terjangkau oleh orang yang menjadi “core of publication” tsb., atau lapisan masyarakat yang dirasa anggotanya berbeda. Yang sebaiknya dilakukan adalah menunggu jarkoman tersebar oleh bidang atau orang yang menjadi core of publication, barulah anggota lain ikut menyebarkannya kepada orang/grup yang belum terjangkau tsb.

 

Galih Kurniawan

 
Stay Connected :
FB : LDK UKDM UPI
Twitter, Instagram, LINE: @ukdm_upi
website : ukdm.ukm.upi.edu
Contact Person: 089655543432 (Ahmad Fauzan Aqil)

 
#Karena Islam Milik Kita Semua
#KIMKS

About ukdm

Website resmi Lembaga Dakwah Kampus | Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa | Universitas Pendidikan Indonesia | #KarenaIslamMilikKitaSemua

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*