Negeri yang Selalu Kudoakan

ukdm/ August 20, 2017/ Artikel Islam

Para Pendoa Negeri

Pada saat itu, tak sengaja kulihat post LINE di gawaiku yang berisikan tentang mendoakan negeri yang kita tempati. Dalam post tersebut, penulisnya menyampaikan bahwasanya kita jangan sampai mendoakan negeri Palestina, Suriah, Rohingya, dan negeri-negeri lainnya namun lupa mendoakan negeri kita sendiri. Setelah kulihat post tersebut, sejenak diriku berpikir. ”Oh, benar juga ya? Mengapa sampai terlupakan?” Gumamku dalam hati. Seolah-olah post ini begitu menyengat hati dengan pertanyaannya. “Apa yang sudah kamu lakukan untuk negeri ini? Tidakkah, sedikitnya kamu mendoakan negeri ini?” Kalimat pertanyaan semacam ini juga pernah keluar dari sang orator ulung yang selalu menggebu-gebu dalam setiap pidatonya yaitu Bapak Proklamator kita, Sukarno. “Janganlah engkau bertanya apa yang sudah bangsa ini berikan untuk dirimu. Namun tanyalah apa yang dirimu sudah lakukan untuk bangsa ini.” Begitulah katanya. Hal ini membuat diri ini merasa ada sebuah hal kecil yang terlewatkan, terlupakan, bahkan terabaikan. Sudahkah diri ini melakukan hal kebaikan kepada negeri ini? Atau setidaknya, sudahkah diri ini mendoakan negeri yang telah dimerdekakan dari belenggu penjajahan selama tujuh puluh dua tahun ini?

Indonesia yang merupakan salah satu negeri dengan penduduk muslim terbanyak di dunia ini dengan hampir tujuh belas ribu pulaunya, lima ratus rumpun bahasanya, dan lebih dari dua ratus lima puluh sukunya bersatu padu dengan tegas menyatakan, ”Bhinneka Tunggal Ika! Kami boleh beda! Tapi kami tetap satu!” Bukti-bukti tersebut menunjukan begitu banyaknya berbagai keberkahan dalam negeri ini yang Allaah swt. limpahkan sehingga menjadikan tanda kebesaran-Nya membuat hati dan bibir ini ingin tanpa henti mengucapkan banyak syukur kepada-Nya. Rasa syukur ini memang sudah seharusnya dilukiskan dengan membenahi negeri ini. Masih begitu banyak hal-hal yang membutuhkan perbaikan-perbaikan dari berbagai sudut. Birokrasinya, sistemnya, ekonominya, dan juga pendidikannya masih banyak melenceng dari kebaikan-kebaikan akibat selalu menafikan kebenaran. Ikhtiar atas perbaikan hal-hal ini teruslah dilancarkan, namun doa-doa pun seharusnya tak lupa untuk selalu dialirkan. Karena, ikhtiar tanpa doa adalah kesia-siaan dan doa tanpa ikhtiar adalah kebodohan. Dengan itulah, rasa syukur selalu ku gencarkan.

Begitupun pula bapaknya para nabi, Ibrahim as. yang dengan syahdunya melantunkan doa kepada negerinya yang telah tersirat dalam Q.S. Ibrahim : 35.

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.”

Maka, itulah yang seharusnya dilakukan oleh kaum muslimin di Indonesia saat ini. Berjibaku untuk terus membenahi negeri ini dengan berbagai ukiran karya dan lantunan doa. Karena negeri ini telah ditunggu, oleh negeri-negeri kaum muslimin di belahan dunia sana yang tengah diuji dengan cobaan yang berat agar kita terus membenahi diri hingga akhirnya negeri ini telah siap. Maka, tak heran ketika ulama Palestina ditanya pendapatnya oleh Ust. Rahmat Baequni,S.Pd.I mengenai hadist ini :

Dari Tsauban ra., dia berkata: Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya Allah menggulung bumi untukku sehingga aku bisa melihat timur dan baratnya. Dan sesungguhnya kekuasaan ummatku akan mencapai apa yang telah dinampakkan untukku. Aku diberi dua harta simpanan: Merah dan putih. Dan sesungguhnya aku meminta Rabbku untuk ummatku agar Dia tidak membinasakan mereka dengan kekeringan menyeluruh, agar Dia tidak memberi kuasa musuh untuk menguasai mereka selain diri mereka sendiri sehingga menyerang perkumpulan mereka. Dan sesungguhnya Rabbku berfirman, “Hai Muhammad, sesungguhnya Aku bila menentukan takdir tidak bisa dirubah, sesungguhnya Aku memberikan untuk umatmu agar mereka tidak dibinasakan oleh kekeringan menyeluruh dan Aku tidak akan memberi kuasa musuh untuk menyerang mereka selain diri mereka sendiri lalu mereka menyerang perkumpulan mereka, walaupun musuh mengepung mereka dari segala penjurunya, hingga akhirnya sebagian dari mereka (umatmu) membinasakan sebagaian lainnya dan saling menawan satu sama lain.” (HR. Muslim no. 2889)

Ulama Palestina itu berkata “Itu adalah bangsamu wahai Saudaraku! Kami tunggu kedatanganmu!” Kurang lebih seperti itulah yang dikatakan beliau. Dan sungguh! Inilah yang seharusnya kita perjuangkan! Negeri ini tidak akan pernah bisa menyelematkan mereka jika negeri ini belum siap. Kecintaan kita terhadap Bumi Palestina adalah kecintaan kita terhadap Bumi Nusantara. Semoga doa-doa atas negeri kaum muslimin, selalu mengalir deras dalam ibadah-ibadah kita.

Mari berbenah diri.
Barakallahu fiikum

About ukdm

Website resmi Lembaga Dakwah Kampus | Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa | Universitas Pendidikan Indonesia | #KarenaIslamMilikKitaSemua

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*