Aku Pemalu (quensan, (bahasa & sastra Indonesia) , PT33)

“Aku pemalu. Aku ditakdirkan menjadi manusia pemalu. Aku tak mungkin bisa memimpin.” BASI! Ungkapan di atas kalo aku bilang ya, ungkapan orang-orang yang kurang syukur. Karena apa? Mereka gak sadar bahwa sejatinya mereka telah memimpin. Kamu berhasil mengalahkan jutaan sel yang berebut masuk ke rahim ibu mu, kau juaranya! Bukankah setiap manusia adalah Khalifah?

 

Allah SWT berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 30)

 

Lihat? Dengan segala pertimbangan yang amat matang –Allah Maha Sempurna– Allah jadikan kita, Allah percayakan bumi kepada kita untuk DIPIMPIN. Maha Suci Allah. Lantas, apakah pantas kita mengecewakan kepercayaan Allah? Coba deh, diubah pola pikirnya dari yang “gak bisa” menjadi “aku akan berusaha, Allah selalu membantu ku”. Segala yang ada di bumi merupakan kehendak Allah, pun dengan diutusnya kita untuk memimpin sesuatu. Yakinlah, Allah selalu bersama dengan orang-orang yang tawakkal, yang memasrahkan dirinya kepadaNya.

 

Ingatkah hadist ini ?

 

 النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِى ، فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً »

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

 

Allah Sesuai Dengan Prasangka HambaNya. Semangat menjadi khalifah di muka bumi!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *