BENGKOK (Oleh Novia Wahyu Pangestu | Kabiro Pembinaan Bidang Muslimah | Psikologi 2016)

“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang namun padanya ada kebengkokan.” Wanita.. Khas dengan kebengkokan akhlak dan kelemahan akal ya?

Ah iya.. Itu benar adanya,

 

Wanita.. Memang layaknya tulang rusuk. Yang ketika bengkok (akhlaknya). Maka, sulitlah meluruskannya dan bisa saja patah jika dipaksa.

Ingatkah pada kisah istri Nabi Luth ‘alaihissalam? Tentang bagaimana ia telah menyimpang dari kebenaran, mengikuti jahilnya kaum sodom (kaum penyuka sesama jenis) dan melanggar perintah Allah hanya demi nafsu semata. Hingga pada akhirnya ia  mati dalam keadaan hina, keluar dari jalan taqwa.

Iya.. Itu benar adanya,

 

Wanita juga begitu lemah akalnya, karena banyak dari mereka yang berpikir dengan ‘rasa’. Dan tak jarang diantara mereka menjadikan ‘kerapuhannya’ sebagai senjata.

Ingat pada kisah Hawa? Pasangan nabi Adam ‘alahissalam, manusia pertama yang diciptakan. Bagaimana mudahnya ia terhasut oleh bisikan setan, untuk merayu Nabi Adam melanggar aturan Allah subhanahu wata’ala dimana ia diminta menjauhi satu pohon saja, khuldi. Hingga Allah murka dan memisahkan mereka di Bumi, keluarkan mereka dari segala kenikmatan surgawi, namun sungguh Allah Maha Pengampun dan Maha Mengasihi, dengan segala rahmat-Nya Dia mempersatukan mereka kembali menjadi pasangan.

Namun, Saudariku.. Memang benar wanita bagai tulang rusuk yang bengkok. Namun bukankah ia melindungi organ-organ vital seperti jantung dan paru-paru? Juga melindungi setiap jaringan dan sel yang ada didalamnya.

Iya, memang benar adanya bahwa wanita kerap disebut lemah akal karena ‘rasa’. Namun bukankah ‘rasa’ yang menjadikan wanita begitu istimewa? Yang menjadikannya begitu penyayang dan peka. (Lanjut di komentar)

Janganlah berkecil hati saudariku, jangan jadikan dirimu yang begitu berharga nampak tak ada harganya. Dan berhentilah menjadikan anggapan bahwa manusia adalah segala-galanya, karena kamu akan merasa lelah dibuatnya. Cukuplah penilaian Allah yang menjadi acuan hidupmu, saudariku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *