Kebahagiaan Hakiki (Oleh: Riski Yanti – UIN SGD Bandung)

Apa itu kebahagiaan?

Satu kata yang memiliki seribu makna.

Setiap orang pasti menginginkan hidupnya bahagia.

Tapi apakah kebahagiaan itu bisa didapatkan dengan cara yang instant?

Dan bagaimana cara kita mendapatkan kebahagiaan itu?

Apakah kebahagiaan hanya diukur dari segi materi saja?

 

Setiap saat manusia dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan yang menuntutnya untuk mencari solusi. Dan masalah itu selalu ada, tapi bagaimana caranya kita berupaya untuk menjadikan masalah itu sebagai batu loncatan bagi kita agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Serta jadikan masalah atau ujian itu sebagai tanda kasih sayang Allah SWT pada kita. Dan Allah SWT tahu kita pasti mampu melewatinya.

 

Sebesar apapun masalah yang kita hadapi sekarang ini, kita masih punya Allah SWT yang Maha Besar. Dan Allah SWT itu akan memberikan solusi atau jalan keluar atas permasalahan kita. Jadi yakinkan dalam diri bahwa apapun yang menimpa kita saat ini, pasti ada hikmahnya. Dan cobalah untuk selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap urusan kita, semua urusan pasti akan terasa mudah jika Allah SWT selalu kita libatkan dalam segala hal. Manusia yang hidupnya bisa kita bilang sempurna, dalam hal kedudukan, harta, kecantikan/ketampanan. Itu tidak menjadi tolok ukur kebahagiaan seseorang. Karena Allah SWT  tidak melihat seseorang dari rupa, banyaknya harta, atau kedudukan yang tinggi. Melainkan dari ketakwaannya. Hal ini menjadi suatu landasan bahwa ketika kita ingin bahagia dalam  hidup, cobalah untuk dekat dengan Allah SWT. Karena Dia-lah sang pemilik kebahagiaan.

 

Kebahagiaan akan tercipta jikalau kita dekat dengan Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Dengan cara mensyukuri setiap apa yang Allah SWT berikan pada kita. Semakin banyak kita bersyukur, maka semakin banyak pula kebahagiaan yang akan kita dapatkan. Dan ridho atas semua ketetapan yang telah Allah SWT tetapkan pada kita. Karna semua takdir Allah SWT itu baik. Ketika kita dekat dengan Allah SWT, Allah SWT memberikan rasa nyaman dan tenteram dalam hati. Karena itulah yang menjadi hakikat dari kebahagiaan.

 

Kebahagiaan tidak selalu diukur dari segi materi saja, bukan berarti ketika kita banyak harta lantas kita bahagia. Tetapi bagaimana harta tersebut bisa kita manfaatkan untuk membantu orang lain yang sedang kesusahan. Kebahagiaan itu seharusnya tidak dirasakan sendiri, tapi bisa dirasakan pula oleh orang lain. Terkadang apa yang kita cari di dunia ini, hanyalah sebatas materi saja tanpa mempertimbangkan apa yang seharusnya kita cari. Kita membutuhkan suatu ketenangan dalam jiwa yang akan melahirkan kebahagiaan itu sendiri. Bahagia menjadi suatu tujuan yang kita cari di dunia ini, memang tidak salah menginginkan kebahagiaan. Tapi kebahagiaan seperti apakah yang kita cari di dunia ini? Dan memang tujuan hidup kita itu bahagia di dunia dan di akhirat. Kita harus berusaha untuk menggapai kebahagiaan itu dengan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada intinya, Allah SWT yang akan memberikan apa yang kita butuhkan. Ketika Allah SWT sudah ridho terhadap kita, maka apapun yang kita minta pasti Allah SWT beri apapun itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *