Manis-manis Minimalis (Oleh: Aulia SW, Ketua Bidang Muslimah 2019)

“Eh gue gabut nih, nge- mall yuk!”

“Masih awal bulan sist, emang kemaren belum belanja bulanan?”

“Udah sih… Tapi pengen aja, cuci mata. Kalo nanti ternyata ada barang yang unyu dan harganya pas di kantong sekalian aja deh masukin keranjang. Lagian gue tadi liat di katalog ada lipmatte X yang baru keluar. Jadi pengen nyobain deh.”

“Loh… Loh, bukannya lipstick dkk punya kamu masih banyak ya dan belum dipake semua?” Sebentar-sebentar, kamu tim mana nih: Tim yang pas belanja ambil keranjang dan langsung masuk-masukin barang yang mau dibeli terus tinggal gesek kartu atm aja atau tim uang cash yang sengaja dikeluarin beberapa aja biar dompet ga jebol terus pas belanja sambil ngitung-ngitung pengeluaran dan sambil mikirin ‘ini perlu dibeli gak ya?’ Hidup di era millenial jaman now gini menuntut kita untuk lebih aware dengan sekitar. Mau gak mau kita harus menerima banyak informasi dari A-Z, harus siap-siap menahan nafsu biar gak kalap ketika lihat hp apel yang makin upgrade, lihat laptop yang makin canggih, lihat baju yg bikin ga kuat, dan naasnya ketika lihat kantong yang makin menjerit. Aw!

 

Sahabat Hana, pernah gak sih merasa uang kayak air yang ngalir gitu aja buat bayar ini itu? Terus pernah gak sih menyesal setelah pulang dan bilang ‘Ah harusnya aku engga beli barang itu.’ Dan jeng jeng… Di kamarnya banyak tumpukan barang, sepatu-sepatu berbaris rapi di rak kayak pasukan yang mau perang, lemari baju kurang kalau cuma punya satu saking banyaknya baju tergantung, produk kosmetik dari yang paling imut sampai sebotol besar lotion tubuh tertata rapi di meja rias. Katanya sih biar gampang mix and matchnya… Sahabat Hana, coba yuk sekarang kita menjelajah dulu ke bumi bagian yang lain, ke Palestina. Berapa lusin baju, jilbab, dan alas kaki yang mereka punya? Kayanya kalau mereka punya rezeki berlebih pikiran mereka akan langsung tertuju untuk membeli stok makanan atau diinfaqkan untuk jihad. “Tak perlu banyak yang penting cukup dan tidak berlebih. Satu sampai dua pasang saja pun tak mengapa.” Begitu mungkin ungkap saudara kita di sana.

 

Bergeser sedikit kalau kita lihat teman-teman di jalanan yang pakaiannya lusuh dan sudah banyak noda di sana sini. Jangankan untuk memikirkan model baju terbaru, untuk mencari makan saja mereka harus bekerja ekstra. Tapi kita, dengan segala nikmat yang Allah beri terkadang lupa dan malah berlebih-lebihan. Perempuan masa kini, bukan lagi tentang perempuan hedonis melainkan sosok perempuan minimalis yang tidak melulu lapar mata, tetapi juga menimbang kebutuhan hidupnya dengan amat sangat teliti dan senantiasa merasa cukup tanpa berlebih-lebihan. Toh dengan kita menjadi minimalis, makin banyak harta yang bisa diinfaqkan, baju-baju berlebih yang bisa didonasikan, dan yang pastinya ikut mengkampanyekan gerakan peduli lingkungan dengan tidak menimbun banyak sampah barang. “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Israa: 26-27)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *