“Muslim Nusantara” Oleh Kang Fauzan Irvan

NOTULENSI KAJIAN ONLINE (K-ON)

“Muslim Nusantara”

Sabtu, 24 Agustus 2019

Oleh Kang Fauzan Irvan

 

SESI PEMATERIAN

Indonesia tidak terlepas dari peran para ulama, kyai dan umat Islam. Seperti halnya jenderal pertama Indonesia, yaitu Jenderal Soedirman yang dipanggil ‘Pak Kyai’. Dan juga anggota BPUPKI yang banyak beranggotakan para kyai/ulama

Bukti lain bahwa Islam menjadi bagian dalam kemerdekaan Indonesia terdapat dalam pembukaan UUD 1945 alenia ketiga yang berbunyi : ‘Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.’

Kalimat tersebut menjadi bukti bahwa para pendiri bangsa ini yakin bahwa kemerdekaan tidak hanya perjuangan secara fisik saja, tetapi ‘atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa’.

Walaupun Islam mengambil peran cukup besar dalam kemerdekaan Indonesia, para kyai dan ulama pada masa kemerdakaan juga sudah mementingkan persatuan. Hal tersebut terbukti dari perubahan Piagam Jakarta menjadi Pancasila karena sila pertama, yang sebelumnya berbunyi ‘Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

Perubahan tersebut disepakati bersama oleh para kyai dan ulama beserta perwakilan agama pada saat itu menjadi ‘Ketuhanan Yang maha Esa’. Tuhan Yang Maha Esa

Menurut George McTurner Kahin, faktor utama penyebab kebangkitan nasional adalah Islam sebagai agama yang dianut oleh mayoritas bangsa Indonesia yang dipengaruhi oleh faktor-faktor : pertama, terbentuknya kesatuan agama bangsa Indonesia. Kedua, Islam tidak hanya sebagai agama yang mengajarkan perlunya membangun jamaah. Islam juga sebagai symbol perlawanan terhadap penjajah asing Barat. Ketiga, faktor lain yang mendorong terbentuknya integritas nasional adalah adanya perkembangan bahasa Melayu Pasar berubaj menjadi Bahasa Persatuan Indonesia.

Itulah faktanya.

Tapi pada kenyataanya, banyak fakta yang disembunyikan atau tidak dibicarakan lagi sehingga banyak orang yang tidak tahu peranan Islam dan umat Muslim yang sesungguhnya di Indonesia. Bahkan kini kita jumpai banyak generasi muda Muslim yang merendahkan agama dan umatnya sendiri karena menyangka kontribusinya sangat minim bagi Indonesia

Buya Hamka mencatat, setiap penjajah yang menginjakan kakinya di Indonesia selalu bertarung sengit dengan  umat Muslim yang mempunyai Ghirah (kecemburuan) yang tinggi. Bagi seorang Muslim, membela negeri, bangsa dan agama adalah suatu hal yang sudah otomatis dipahami dan sudah tercakup dalam ajaran tentang jihad.

Lihatlah orasi bung Tomo yang membakar semangat warga Surabaya pada 1 November 1945.  Ketika bung Tomo bertakbir, terbakarlah hati umat Muslim seluruhnya, dan mereka lebih suka mati syahid daripada hidup terjajah!.

Dengan nalar umum saja, menimbang mayoritas rakyat Indonesia adalah beragama Islam, maka pastilah umat Muslim memiliki peranan paling sentral dalam mewujudkan kemerdekan Republik Indonesia

 

SESI DISKUSI

  1. Mengapa ulama saat ini banyak yg ditangkap, dilaporkan ini itu dan akhirnya ditangkap, dibenci oleh rakyat? Bagaimana saya selaku orang awam dapat mengetahui bahwa berita tentang ulama ulama yg katanya terjerat masalah tersebut tdk benar?

Jawab

  • Ulama itu pada dasarnya opisisi penguasa. Siapapun pnguasanya
  • Dan ulama sudah leyaknya menjalankan amal maruf nahi mungkar.
  • Jadi kritikan, masukan dr ulama kpd penguasa harusnya disikapi dgn wajar.
  • Namun sy melihat fenemona hr ini. Penguasa kegagapan dan kebingungan mengelola kompleksitas perbedaan. Shg menggunakan jalan pintas utk mentertibkan yg mengkritiknya. Termasuk ulama.
  • Jalan pintaznitu dgn di jadikan tersangka. Dj tangkap, di takut2i dll

 

Sikap kita tentu harus bisa membaca ini dgn komprrhensif dan banyak diskusi dgn ulama2 hanif. Yg memang punya trck record komitmen keislaman dan keummatan yg jelas

 

  1. Bagaimana peran pemuda Islam dimasa sekarang untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu kita? Sementara sekarang sangat minim pemuda yang mau mencari tau tentang sejarah itu sendiri. Dan bagaimana cara membuat pemuda muslim sekarang peduli akan sejarah itu sendiri?

Jawab

  • Terus belajar menuntut ilmu.
  • Banyak2 silaturahim dgn tokoh ummat dana ulama.
  • Bergabung dgn komunitas muslim yg punya komitmen keislaman

 

  1. Jika pemerintah sekarang sudah tidak adil lagi kepada para ulama, kita sebagai generasi muslim bagaimana cara untuk menyikapinya?

Jawab

Sederhanya kita yg faqir ini nunggu intruksi ulama saja sembari kita banyak belanjar dan memahami situasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *