RATAPAN DALAM LADANG Oleh: Leni Wulan Nuari | Bahasa dan Sastra Indonesia 2018 | PT 34

Ladang yang kau beri

Ladang yang jenjang

Sejauh angan memandang, menjangkau halang meradang terjang

Riuh di dalamnya jutaan endosperm baru bergeliat menyemburatkan urat-urat bakal kehidupan yang sarat amanat

Tak pernah merambat pelan, memohon sebagai pohon, terlampau tohok

Ketika pagi telah pergi berlari

Semua terhenti, semua tertepi

 

Pulas

Memeras belas kasih angin yang melintas

Penggembala hilang asa menunggu

Berpuluh-puluh tahun peluh memeras nyawa mudanya hingga menyepuh

sia-sia

Tiba saatnya ia menyatakan perang

Pada ubi yang membawa kakikanya kemari

Pada matahari yang usil memancing mata kantuknya untuk memicing

Bernyanyi dalam pergi memulas mimpi

Hingga akhirnya kembali pulang dengan kata perang

Ladang panjang yang selalu ia tantang

 

Kembali

Pemilik ladang panjang menyeru

Menyerbu hati yang terlampau mati tersilang sembilu

Dengan janji ganti yang tak pernah mungkin termungkiri

bagi mereka yang senantiasa bergantung, bertahan, dan memohonkan diri

 

Jangan kau gentar

pengkotak-kotakan ladang itu hanyalah sebelah kepak nyamuk

Dinding-dinding tak bergenting, bergending tak lagi berdenting-denting nan dingin tinggi itu hanyalah pelampiasan kebahagaiaan yang takkan pernah diberi

di surganya nanti

 

Bila luka penggembala telah terperi sang pemilik ladang nan panjang

akankah ia kembali?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *