Untukmu Yang Ingin Bersama Berjuang (Oleh: Nurul Mujahidah Qolbi, P. Tata Boga 2017 | PT 33)

Untukmu yang ingin bersama berjuang merasakan indahnya bercengkrama di jalan Cinta-Nya.. Saat ini, apa yang menjadi titik kebahagiaanmu?

Pernah terpikir tidak untuk hijrah? Atau masih merasa nanti saja? Iya nanti, nanti dan nanti.. akankah kamu tahu kapan kematian itu menghampiri? Lalu apa yang sudah dipersiapkan?

 

Jadi masih mau beralasan? biarlah Allah yang menentukan kapan hidayah itu datang, sesungguhnya hidayah itu dijemput, yakinlah Allah sedang menunggumu, menunggu akan kebaikan yang ada pada dirimu. “Aku bermaksiat kepadamu namun, Engkau masih saja berlaku lembut padaku, dan Engkau menututupi aibku, tapi nyatanya aku hanya hamba yang durhaka, sebab Engkau Maha pengampun lagi Maha mencintai duhai Rabbku, Aku mendatangimu dengan bersimpuh meneteskan air mata, rasa penyesalan ini terus bertambah dan menumpuk, Engkau telah berfirman di dalam Al-Quran “Janganlah Kalian Berputus Asa!” Jadi apa lagi alasan untuk menunda hijrah? Sedangkan titik kebahagiaan sangat dekat dengan dirimu. Apalagi yang ditakutkan? Sedangkan seluruh hamba dunia dan seisinya tunduk dan taat pada-Nya. Berjuanglah, karena semua alasan yang ada pada dirimu untuk menunda hijrah adalah hawa nafsumu sendiri, dan mencoba memulai dengan hal terkecil seperti mengerjakan kebiasaan-kebiasan baik pada diri sendiri.

 

Sebuah tekad untuk berhijrah tentu akan memberikan banyak tantangan dalam diri, menciptakan berbagai pertanyaan.. “apakah pantas untuk ku berhijrah sedang akhlakku masih jauh dari kata sempurna?”, “Ilmu yang ku miliki masih dangkal.” “Hijabku belum lebar.” “Teman-teman ku semakin menjauh.”, Dan banyak pertanyaan lainnya.

 

Sahabat, hijrah itu tak semudah membalikan telapak tangan, hijrah tak menuntut sampai mana tingkat keberhasilanmu, hijrah tak kenal kata finish dan hijrah adalah cinta menuntun semua pengorbanan darimu. Mulailah hijrah secara bertahap sesuai kemampuan dirimu lakukan hijrah dari hal terkecil, hal terpenting dalam hijrahmu ialah mampu bermakna bersama kekuatan iman yang menghujam pada hatimu, dengan amal yang senantiasa bersama dirimu dan kuatnya ketaatan yang menjadi kualitas istiqomah pada dirimu. Sahabat, bulatkan tekadmu, hujamkan keyakinan pada Allah SWT, tinggalkan seluruh maksiat yang menghalangimu untuk berubah, hijrahlah dari lingkunganmu yang gelap dan lanjutkan perjuangan ini, sedikit demi sedikit selagi dirimu dalam tahap terus menjalankannya, maka Allah SWT dengan segala ridho-Nya akan memberikanmu hidayah. Sudah sampai manakah hijrahmu? Tentu, pertanyaan ini untuk mengoreksi diri kita semua, yang mungkin sudah mulai mantap mengatakan bahwa diri kita telah berhijrah, namun tidak semudah yang terbayangkan oleh kita tanpa sengaja menghibahkan orang lain, tindakan yang sia-sia masih saja tidak hilang dari kehidupan kita, melukai hati orang lain tanpa sadar masih sering kita lakukan, ikhtilath online maupun offline menjadi kebahagiaan dan tak ada batasan. Jadi, Sampai mana hijrahmu?

Untukmu yang sedang berhijrah, janganlah merasa nyaman dengan keberhasilan hijrahmu. Dengan merasa hijab sudah sesuai syariat, bergaul dalam lingkungan yang baik, sudah melakuakan berbagai aktivitas positif, hingga membuat kita lupa akan hal kecil yang seharusnya. Banyak sekali amalanmu yang sudah tak terasa nikmat dilakukan, banyak sekali obrolanmu yang harus diperhatikan. Karena hijrah adalah perjuangan dan perbaikan yang tidak mengenal kata usai maka lanjutkan upgrade-mu untuk menjadi lebih baik lagi, tambah ilmumu dan lakukan kembali perbaikan hingga ketahap lebih tinggi. Jangan kau merasa puas hingga tidak ada keinginan untuk terus mengevaluasi diri dalam hijrahmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *